Mengenal Pempek Tunu dan Pempek Lenggang : Dua Kuliner Unik Khas Palembang
![]() |
| Pempek Lenggang |
Halo, Sobat Kuliner. Apa kabar? Kalau kita bicara soal Palembang, Sumatera Selatan pasti yang pertama kali terlintas di pikiran adalah Jembatan Ampera dan tentu saja, Pempek. Olahan berbahan dasar daging ikan dan tepung tapioka ini umumnya disajikan dengan cara digoreng atau direbus, lalu disiram kuah cuko yang asam, manis, dan pedas. Tapi, tahukah kamu kalau dunia per-pempek-an itu luas banget? Bukan cuma soal Pempek Kapal Selam atau Lenjer yang digoreng garing saja, lho. Jika kamu berkunjung ke Palembang, ragam pempek ternyata jauh lebih kaya dari sekadar Pempek Kapal Selam atau Lenjer.
Palembang punya "permata tersembunyi" yang menawarkan sensasi rasa berbeda karena proses masaknya yang tidak digoreng, melainkan dipanggang atau dibakar. Ya, kita akan mengupas tuntas tentang Pempek Tunu dan Pempek Lenggang. Dua varian ini adalah bukti betapa kreatifnya masyarakat Palembang dalam mengolah adonan ikan dan sagu.
Buat kamu yang mungkin sedang mengurangi gorengan tapi tetap ingin makan enak, atau sekadar ingin mengeksplorasi kuliner khas Palembang unik, artikel ini adalah panduan lengkap buat kamu. Yuk, kita simak bareng-bareng.
Mengenal Pempek Tunu dan Pempek Lenggang: Dua Kuliner Unik Khas Palembang
Di Palembang, pempek bukan sekadar makanan, tetapi merupakan napas kehidupan sehari-hari. Dari sarapan sampai camilan malam, pempek selalu ada. Namun, Pempek Tunu dan Pempek Lenggang memiliki tempat spesial di hati para pencinta kuliner karena aroma asapnya yang menggoda selera. Keduanya menawarkan tekstur yang lebih chewy dan rasa ikan yang lebih menonjol karena tidak terdistorsi oleh minyak goreng yang berlebih.
Mengapa Harus Mencoba Pempek Tunu dan Lenggang?
Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa sih harus coba yang dipanggang kalau yang digoreng sudah enak?" Nah, jawabannya ada pada profil aromanya. Proses pemanggangan di atas bara api arang memberikan aroma smoky (asap) yang tidak akan kamu temukan pada pempek goreng biasa.
Selain itu, kedua jenis pempek ini sering dianggap lebih "ringan" di tenggorokan. Bagi mereka yang memiliki masalah dengan kolesterol atau sekadar ingin gaya hidup lebih sehat, Pempek Tunu dan Lenggang (khususnya yang panggang) adalah alternatif yang brilian. Rasanya lebih autentik, gurihnya pas, dan sensasi makannya pun sangat berbeda. Inilah yang membuat mereka disebut sebagai kuliner khas Palembang yang unik.
1. Pempek Tunu: Si Bulat Bakar Dengan Aroma Khas
Mari kita mulai dengan Pempek Tunu. Nama "Tunu" dalam bahasa Palembang berarti "bakar" atau "panggang". Jadi, secara harfiah, ini adalah pempek yang dibakar. Berbeda dengan pempek jenis lain yang direbus dulu baru digoreng, Pempek Tunu langsung dipanggang dari adonan mentah yang sudah dibentuk.
Karakteristik dan Tekstur Pempek Tunu
Pempek Tunu memiliki bentuk bulat pipih, mirip seperti martabak mini atau kue serabi, namun dengan tekstur yang lebih padat. Karena dipanggang di atas bara api, bagian luarnya biasanya memiliki bercak-bercak kecokelatan bahkan sedikit gosong yang justru menambah kelezatan aromanya.
Teksturnya sangat unik: bagian luar sedikit kering dan garing, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan kenyal. Saat digigit, rasa ikan tenggiri atau ikan gabus yang menjadi bahan utamanya akan langsung meledak di mulut. Karena tidak melalui proses perebusan, kadar air dalam adonan tetap terjaga, memberikan sensasi "juicy" yang khas.
![]() |
| Pempek Tunu |
Rahasia Isi Ebi dan Kecap di Dalamnya
Nah, ini adalah bagian favorit saya. Saya pernah mencoba Pempek Tunu, selain rasanya yang unik penampilannya juga berbeda dari jenis pempek yang lain. Dilihat dari bentuknya seperti burger pempek dimana dua pempek ditumpuk dan ditengahnya ada isian berbumbu yang lezat.
Jadi, cara penyajiannya memang sangat khas. Setelah pempek matang dipanggang, ia akan dibelah secara horizontal (tapi tidak sampai putus), lalu diisi dengan campuran "isian maut". Isian ini biasanya terdiri dari:
1. Ebi (udang kering) yang sudah disangrai dan dihaluskan.
2. Cabai rawit yang ditumbuk (bagi yang suka pedas).
3. Kecap manis yang kental dan berkualitas.
Bayangkan saja, gurihnya pempek ikan berpadu dengan asin-gurih dari ebi, pedas nendang dari cabai, dan manis legit dari kecap. Semuanya menyatu dalam satu gigitan. Sensasi "burger pempek" ini benar-benar tidak ada tandingannya. Berbeda dari pempek pada umumnya yang harus dicelup kuah cuko, Pempek Tunu sering kali langsung disantap hangat-hangat tanpa cuko karena isiannya sudah memberikan cita rasa yang sangat kuat. Tak heran jika banyak orang mencari resep Pempek Tunu isi ebi untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.
Apakah Pempek Tunu sama dengan Pempek Panggang? Secara teknis, ya. Di Palembang, kedua istilah ini sering digunakan bergantian. "Tunu" adalah istilah lokal yang berarti bakar/panggang. Namun, di beberapa tempat, ada yang membedakannya berdasarkan jenis panggangan yang digunakan (bara api vs oven/teflon), tapi pada dasarnya merujuk pada jenis pempek yang sama yaitu yang berbentuk bulat pipih dengan isian ebi kecap. Jadi, kalau kamu mencari perbedaan pempek tunu dan pempek panggang, secara esensi mereka adalah satu saudara.
2. Pempek Lenggang: Perpaduan Sempurna Ikan dan Telur
Jika Pempek Tunu adalah pempek original yang diberi isian, maka Pempek Lenggang adalah sebuah "pernikahan" sempurna antara adonan pempek (ikan dan sagu) dengan telur ayam atau telur bebek. Ini adalah menu wajib bagi kamu yang suka tekstur lembut dan rasa yang sangat gurih.
Perbedaan Lenggang Panggang vs Lenggang Goreng
Ada dua cara populer dalam menikmati kuliner ini. Namun, jika kita bicara soal keaslian dan keunikan, Lenggang Panggang adalah juaranya.
1. Lenggang Panggang: Adonan pempek dicampur dengan telur yang sudah dikocok, lalu dipanggang di atas bara api. Aromanya sangat wangi karena pengaruh daun pisang yang digunakan sebagai wadah.
2. Lenggang Goreng: Biasanya dibuat lebih praktis di rumah dengan cara memotong-motong pempek lenjer yang sudah matang, dicampur telur, lalu didadar di atas wajan. Meski enak, lenggang goreng kehilangan sentuhan aroma asap yang menjadi ciri khas kuliner Palembang.
![]() |
| Pempek Lenggang |
Teknik Memasak Menggunakan Takir Daun Pisang
Salah satu keunikan cara membuat Pempek Lenggang khas Palembang yang asli adalah penggunaan "Takir". Takir adalah wadah berbentuk kotak yang terbuat dari daun pisang, yang disatukan dengan lidi di ujung-ujungnya (lihat gambar di awal artikel).
Adonan ikan yang masih mentah (biasanya berbentuk gumpalan lembut) diletakkan di dalam takir, lalu disiram dengan kocokan telur (seringkali menggunakan telur bebek agar lebih masir dan gurih). Setelah itu, takir diletakkan di atas panggangan. Daun pisang yang terkena panas api tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tapi juga melepaskan aroma minyak alami yang meresap ke dalam adonan lenggang. Hasilnya? Sebuah sajian yang empuk, wangi, dan sangat menggugah selera.
Perbandingan Utama: Pempek Tunu vs Pempek Lenggang
Agar lebih jelas, mari kita lihat perbedaan Pempek Tunu dan Pempek Lenggang berikut:
1. Pempek Tunu
Bentuk : Bulat pipih, dibelah tengah.
Bahan Utama : Adonan pempek saja.
Isian/Campuran : Diisi ebi, kecap, dan cabai setelah matang.
Cara Masak : Dipanggang langsung di atas bara.
Tekstur : Lebih kenyal dan dense.
Cuko : Bisa dimakan tanpa cuko (karena sudah ada kecap & ebi), tapi lebih enak pakai cuko.
2. Pempek Lenggang (Panggang)
Bentuk : Kotak (sesuai bentuk wadah daun pisang).
Bahan Utama : Adonan pempek dan telur (ayam/bebek).
Isian/Campuran : Adonan ikan dan telur dicampur sebelum dimasak.
Cara Masak : Dipanggang di dalam wadah daun pisang.
Tekstur : Sangat lembut, mirip telur dadar tebal yang fluffy.
Cuko : Wajib menggunakan cuko.
Tips Menikmati Pempek Bakar Agar Lebih Nikmat
Menikmati Pempek Tunu dan Pempek Lenggang itu ada seninya. Berikut adalah beberapa tips dari saya agar pengalaman makanmu makin maksimal:
1. Nikmati Selagi Panas: Pempek yang dipanggang cenderung akan mengeras jika sudah dingin (karena kandungan sagunya). Jadi, pastikan kamu menyantapnya sesaat setelah diangkat dari panggangan.
2. Cuko yang Kental: Karena rasa pempek bakar sudah sangat kuat dengan aroma asap, kamu butuh Cuko (cuka pempek) yang kental, pedas, dan asamnya pas untuk menyeimbangkan rasa.
3. Tambahan Timun: Jangan lupa tambahkan irisan timun segar di piringmu. Timun memberikan efek refreshing yang menyeimbangkan rasa gurih dari ebi dan telur.
4. Cari Kedai Tradisional: Jika kamu berkunjung ke Palembang, carilah warung pempek yang masih menggunakan arang kayu untuk memanggang, bukan kompor gas. Aroma arang memberikan perbedaan rasa yang signifikan.
Lalu ikan apa yang paling cocok untuk membuat kedua pempek ini? Ikan Tenggiri adalah pilihan paling populer karena aromanya yang wangi dan teksturnya yang pas. Namun, banyak warga lokal Palembang yang lebih menyukai Ikan Gabus karena memberikan warna yang lebih putih dan tekstur yang sangat lembut. Campuran keduanya (Tenggiri dan Gabus) sering dianggap sebagai kombinasi "emas" untuk menghasilkan pempek kualitas premium.
Penutup: Kelezatan yang Tak Boleh Dilewatkan
Nah, itu dia pembahasan mendalam kita mengenai Pempek Tunu dan Pempek Lenggang. Keduanya bukan sekadar makanan, melainkan warisan budaya yang menunjukkan kekayaan citarasa Nusantara. Dari keunikan "burger pempek" pada Pempek Tunu hingga kelembutan aromatik Pempek Lenggang yang dibungkus daun pisang, semuanya menawarkan petualangan rasa yang wajib dicoba minimal sekali seumur hidup.
Jadi, kalau nanti kamu berkunjung ke kota Pempek atau sedang mampir ke toko pempek favoritmu, jangan cuma pesan Kapal Selam terus ya. Coba tanyakan, "Ada Pempek Tunu atau Lenggang nggak?" Saya jamin, kamu akan menemukan sisi lain dari kelezatan kuliner Palembang yang bakal bikin kamu ketagihan.
Sampai jumpa di ulasan kuliner berikutnya, Sobat Kuliner. Jangan lupa makan enak hari ini, ya.
Salam Wong Kito Galo!



Posting Komentar untuk "Mengenal Pempek Tunu dan Pempek Lenggang : Dua Kuliner Unik Khas Palembang"