Ini Caraku Redakan Gejala Mata Kering Ketika Deadline Menulis Blog Tiba
Di balik indahnya foto makanan yang estetik dan video kuliner yang menggiurkan di Instagram, ada perjuangan seorang blogger kuliner yang tak banyak orang tahu. Menjadi kreator konten di dunia kuliner memang terdengar menyenangkan, mencicipi hidangan lezat, berkunjung ke tempat - tempat hits, dan membagikan pengalamannya kepada para pengikut. Namun ketika momen impian itu akhirnya datang, tantangan yang sebenarnya baru saja dimulai di depan layar.
Momen Impian dan Kejaran Deadline
Beberapa waktu yang lalu, saya menerima peluang yang sangat saya inginkan, yaitu sebuah kolaborasi untuk mengulas restoran baru yang tengah populer di blog saya. Disamping itu, proyek ini juga melibatkan pembuatan video kuliner untuk diunggah di akun instagram saya. Untuk seorang blogger kuliner, ini adalah kesempatan luar biasa yang harus diselesaikan dengan sebaik - baiknya.
Semangat saya meluap - luap. Setelah menyelesaikan pengambilan gambar dan video, lalu mencoba berbagai menu terbaik di lokasi, saya langsung bergegas pulang untuk memenuhi deadline. Malam itu saya memulai maraton pekerjaan. Lumayan lama saya menatap layar laptop untuk menyusun ulasan, sebelum nantinya beralih ke handphone untuk mengedit video, menata transisi, dan menyesuaikan kecerahan, kontras, saturasi dan lainnya agar video lebih indah dilihat.
Ketika Gejala SEPELE Datang Menyerang
Saat asyik merangkai kalimat untuk blog saya, kejadian tidak menyenangkan tiba - tiba muncul. Ketika tengah malam tiba, penglihatan saya mulai terasa samar dan tidak nyaman. Gejala mata kering mulai muncul dengan sendirinya, seperti mata sepet, perih, dan lelah atau disingkat menjadi SEPELE.
Mata saya terasa sangat berat untuk dibuka, seolah ada butiran pasir di dalam mata saya. Tidak lama kemudian, muncul sensasi perih di mata, disertai dengan denyutan lembut di sekitar kelopak mata akibat kelelahan. Menatap layar laptop yang cerah menjadi sangat menyakitkan.
Gejala ini benar - benar mengganggu jalannya momen penting yang sedang saya hadapi. Fokus saya tiba - tiba teralihkan. Draf yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu satu atau dua jam terhenti karena saya harus sering memejamkan mata. Saya berhenti untuk mengistirahatkan mata sejenak. Setelah istirahat selama beberapa menit, saya beralih ke handphone untuk memulai mengedit klip video yang saya ambil di lokasi restoran tadi. Namun kejadian yang sama berlaku. Proses penyuntingan video yang memerlukan ketelitian dalam mengatur warna, dan pemotongan klip yang akurat juga terhambat karena pandangan yang kabur. Semangat yang tadinya membara kini berubah menjadi frustrasi dan ketakutan akan kemungkinan terlambat memenuhi tenggat waktu.
Penyelamat Ketika Terdesak : Insto Dry Eyes
Di saat darurat itu, saya ingat pernah membeli Insto Dry Eyes untuk disimpan di meja kerja. Tanpa ragu, saya segera mengambil botol kecil itu dan meneteskan 1-2 tetes ke masing - masing mata.
Rasanya sangat menenangkan. Efek dari pelumas tersebut bekerja dengan cepat, menyegarkan permukaan mata yang kering dan sepet. Rasa perih yang menyengat perlahan hilang, dan ketegangan pada otot mata terasa berkurang drastis. Pengalaman menggunakan #InstoDryEyes pada saat itu benar - benar menjadi penyelamat. Mata saya kembali nyaman dan pandangan menjadi jelas, sehingga saya bisa melanjutkan menyelesaikan tugas tepat waktu.
Tips Mengatasi Mata Kering Untuk Para Pekerja Layar
Dari pengalaman berharga ini, saya menyadari bahwa kesehatan mata merupakan aset yang sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di depan layar laptop. Berikut adalah beberapa saran yang dapat digunakan saat bekerja dalam waktu lama di depan layar monitor agar #BebasMataKering :
- Terapkan prinsip 20-20-20
- Sesuaikan pencahayaan ruang dan layar
- Tingkatkan Frekuensi Mengedip
- Cukupi asupan air putih
- Siapkan tetes mata untuk kekeringan


Hihi saya juga selalu sedia Insto Dry Eyes di meja kerja, Mbak. Kadang terasa deh setelah ngetik atau cari-cari bahan di laptop tuh mata jadi capek, kayak ngantukan gitu, terus kadang gatal. Nah kalau udah ada gejala kayak gitu biasanya langsung Insto-in aja, habis gitu break dulu sebelum lanjut ngeblog.
BalasHapusIya mbak memang musti istirahatkan mata sebentar. Terkadang kalau sudah di depan laptop, TV atau scrolling HP kita suka lupa.
HapusPas banget saya baru saja sembuh dari mata yang memerah. Bukan karena apa, tapi kami aja yang bandel. Selalu main asap dan bakar Bakaran ilalang yang kering di kebun
BalasHapusAkhirnya mata lelah dan perih nih
Setelah pakai Insto Alhamdulillah Aisah lebih baik nih sekarang
Bacanya tuh bikin aku manggut-manggut terus, karena sebagai orang yang sering berjam-jam di depan laptop buat nulis atau gambar, gejala mata kering memang sering datang diam-diam
BalasHapusAku suka banget kamu nggak cuma cerita soal pengalaman pribadi, tapi juga berbagi cara mengatasinya dengan ringan dan mudah dipahami. Kadang kita terlalu fokus menyelesaikan pekerjaan sampai lupa kalau mata juga butuh "istirahat". Setelah baca tulisan ini, rasanya jadi diingatkan lagi bahwa kesehatan mata nggak boleh ditunda sampai benar-benar terasa perih. Terima kasih sudah berbagi pengalaman yang pasti bakal relate buat banyak orang, apalagi yang sehari-harinya akrab sama layar gadget.
wah kebetulan banget saya lagi nunggu kiriman Insto dry eyes
BalasHapusudah berhari-hari kelopak mata gatel banget
sesudah searching saya mendapat penjelasan untuk memakai Insto Dry Eyes yang mengandung hypromellose yang berfungsi sebagai air mata buatan untuk melumasi dan melembapkan permukaan mata
Gejala mata kering emang nggak bisa diabaikan ya mbak. Ganggu banget. Apalagi buat pekerja yang sedang di kejar oleh deadline, kebayang bakalan panik sekali.
BalasHapusAlhamdulillah kini ada Insto Dry Eyes, solusi tepat buat atasi gejala mata kering secara terpercaya.
iya bener mbak. Selain stok tetes mata Insto, penting juga untuk kita ikhtiar pencegahan awal.
HapusIstilah "SEPELE" (sepet, perih, lelah) itu related banget sih buat saya yang juga suka begadang ngedit tulisan sampai lupa berkedip normal, Mbak. Ternyata gejala kecil kayak gini kalau dibiarin malah bisa bikin draf yang seharusnya kelar 1-2 jam jadi molor gara-gara mata nggak kompromi.
BalasHapusTips 20-20-20 nya juga langsung saya catat, soalnya selama ini saya cuma andalin tetes mata pas udah kepepet aja, belum kepikiran soal kebiasaan preventif kayak atur pencahayaan layar. Semoga next kolaborasi review kulinernya makin lancar tanpa drama mata kering lagi ya
iya mbak, kadang saya juga suka bandel, di depan laptop dalam keadaan ruangan gelap, padahal itu sangat tidak baik untuk mata.
HapusSebagai orang yang juga sering berjam-jam di depan laptop, aku paham banget rasanya mbak. Relate soalnya. Pas lagi semangat nulis, eh mata malah mulai sepet dan perih. Produktif emang gak cuma ngejar deadline, tapi juga tahu kapan harus merawat diri, termasuk kesehatan mata.
BalasHapus